Gentleman – Be the real man

ARTI GENTLEMAN
Wanita selalu menyatakan bahwa mereka mendambakan seorang gentleman karena sikap mereka yang menawan, penuh perhatian, sensitif, romantis, tidak memaksakan kehendak, sabar, rela berkorban, mampu melindungi dan memenuhi kebutuhan pasangan.

Ini akan menjadi Momen Lampu Menyala Di Atas Kepala. Jika Anda mengoreksi kembali semua pengalaman Anda selama ini, apakah benar wanita menginginkan
seorang Gentleman? “Gentleman itu tidak bisa diartikan sebagai „pria baik, „pria lembut‟, „pria perhatian,‟ atau sejenisnya.”

That is so true, guys. Kata Gentleman memiliki akar dari kata dalam bahasa Perancis, Gentilhomme, yang berarti Nobleman atau pria dengan nilai, karakter dan status yang tinggi. Jika Semenjak awal pendekatan, Anda sibuk membuatnya menjadi merasa lebih bernilai dan berkelas daripada Anda, dengan harapan dia merasakan ikatan yang spesial bila sedang bersama dengan Anda.

Anda secara rutin membuktikan bahwa diri Anda lebih „gentle‟ daripada semua pria lain yang ingin mendekatinya.

Itu sebabnya Anda suka mendengarkan semua curhatannya tentang satu pria brengsek yang menarik perhatiannya. Itu sebabnya Anda tidak pernah ingin
ketinggalan memberikan perhatian terhadap hal-hal kecil kepadanya, seperti selalu ada bila dibutuhkan, menyediakan pundak untuk menangis, atau sekedar mengingatkan dia agar jangan tidur kemalaman.

Kami tidak melakukannya pada wanita yang kami sedang berusaha dekati! Kami memberikannya kepada wanita yang sudah melalui proses eliminasi tertentu dalam hubungan kami, itu pun dilakukan dengan menjaga frekuensi tertentu agar tidak menjadi senjata makan tuan.

Gentleman bukanlah pria gentle. Dia tidak akan mendekati seorang wanita yang menarik perhatiannya dengan cara memberikan piutang kebaikan dan perhatian.
Dia tidak akan menurunkan standar dan menjadi murahan dengan terlalu banyak berkorban untuk sang wanita sebelum wanita itu membuktikan bahwa dirinya layak dan mampu menghargai kesempatan seperti itu.

Bahkan, seorang Gentleman tidak keberatan untuk bersikap „kejam‟, keras dan tidak gentle kepada seorang wanita cantik yang tidak bisa menunjukkan bahwa dirinya memiliki sesuatu yang lebih dari sekedar penampilan menarik.

Mereka sama sekali tidak „gentle,‟ malahan tipe pria petarung yang sangat percaya diri dan dominan, tidak menyukai basa-basi, hidup dari satu aksi ke aksi lainnya, menyukai tantangan baru, dan tidak akan ragu-ragu untuk menyeleksi bila melihat seorang wanita yang menarik perhatiannya. Jika wanita tersebut mampu memenuhi kriteria tertentu yang diinginkan, barulah sang Ksatria akan memberikan apresiasi dan perlakuan yang lebih spesial terhadapnya dibandingkan terhadap wanita-wanita lain.

Apa yang terjadi enam abad setelah itu?

Istilah Gentleman masih terus beredar, namun ia sudah berubah menjadi sekumpulan pria-pria yang rajin memperlakukan setiap wanita jalanan manapun yang
menarik perhatian sebagai seorang Tuan Putri, karena berharap dia akan memperlakukannya balik sebagai Tuan Pangeran. Itu tidak akan terjadi, sobat! That‟s not being a Gentleman. That‟s just being A Gentle Man.

Lebih jauh lagi: A Gentle Man yang melakukan gentle acts tidak akan mendapatkan hasil yang sama dengan A Gentleman yang melakukan gentle acts. Mengapa?

Karena A Gentle Man tidak memiliki „high standard‟ dan chivalrous quality‟ yang justru sangat dibutuhkan dalam fase pendekatan dengan lawan jenis.

Hal-hal tersebut menjadi modal yang Anda perlukan untuk melipatgandakan semua sikap Anda sehingga memicu ketertarikan dari wanita yang Anda inginkan. Sekali lagi, Gentleman adalah seseorang dengan nilai tinggi yang tidak akan sembarangan mengobral dirinya sehingga apapun perbuatannya akan menimbulkan reaksi yang lebih daripada normal, bahkan semakin meningkatkan nilai diri Anda.

Ketika seorang wanita merasa Anda adalah Pria Gentle yang suka menyumbangkan Gentle Acts padanya, dia tahu Anda sudah pasti miliknya. Itu sebabnya sekalipun
dia bilang Anda adalah satu-satunya pria yang paling mampu membahagiakan dirinya, dia tidak tertarik untuk menjalani hubungan itu dengan Anda. Itulah Anda yang dahulu, yakni seorang ‘Gentle Man’ karena mendengar wanita-wanita yang bilang mereka menginginkan seorang ‘Gentleman’, padahal ada jurang perbedaan besar di antara keduanya.

Pusing dengan semua dekonstruksi di atas? Tidak masalah. Setidaknya Anda kini tahu bahwa kegagalan romantika yang Anda alami selama ini sedikit banyak
disumbangkan karena masalah sepele seperti perbedaan interpretasi dan cara penulisan sebuah konsep. Tinggalkan istilah Gentleman yang sudah terlalu tua dan kompleks itu dan merangkul paradigma yang baru: Glossy.

Seorang pria Glossy bukanlah Pria Gentle, namun tahu bagaimana dan kapan waktu yang tepat untuk menunjukkan Gentle Acts pada wanita yang layak
mendapatkannya. Seorang pria Glossy bahkan tahu bagaimana memakai Ungentle dan Rude Acts terhadap wanita-wanita pada proses seleksi yang justru akan
membuat mereka semakin penasaran untuk mengejarnya.

Seorang pria Glossy menikmati semua petualangan dan mendasari seluruh keputusan romantika hidupnya.

Karena sebenarnya selama ini kamu sudah memiliki semua yang kamu butuhkan untuk mendapatkan cewek manapun yang kamu inginkan. Hanya saja, karena kamu
terlalu terfokus pada si cewek jadi kamu tidak menyadari hal itu. Kenali kelebihan dan kekuranganmu. Kenali karaktermu. Kenali sifat dan watakmu.

Dan perbaiki semuanya yang kamu tahu selama ini selalu menghambat kamu untuk mendapatkan kesuksesan yang kamu mau.

Setelah itu upgrade dan kembangkan setiap aspek dari diri kamu secara optimal, dan jadilah pria berkualitas yang tidak akan bisa ditolak oleh cewek
manapun.

Leave a Comment