Rahasia Psikologi Wanita Ep 1

Tidak ada bagian dalam ebook ini yang boleh dirubah, diperbanyak, atau diproduksi ulang dalam berbagai cara apapun, termasuk secara elektronik atau mekanik. Dilarang keras untuk penggunaan tanpa izin tertulis dari penulis untuk mencetak ulang, penerbitan ini. Apalagi dengan mengambil keuntungan darinya. Karena produk ini jelas di terbitkan hanya untuk di bagikan gratis kepada penggunanya.

Anda hanya di perbolehkan untuk memberitahukan keberadaan produk ini kepada orang lain atau menyebarluaskannya kepada orang lain, dengan tanpa mengambil keuntungan darinya.

Dengan membaca ebook ini, berarti Anda sudah membaca, mengerti dan setuju dengan semua pernyataan yang kami buat. Selamat datang saya ucapkan kepada anda di  Metode cara memikat wanita ini. Perkenalkan nama saya Dany Subianto M.psi. Sebelum kita mulai – Sebagai seorang psikolog…saya harus membantu anda untuk mempersiapkan mental anda terlebih dahulu dalam menerima informasi ini, dengan cara mengingatkan anda pada satu hal, yaitu hal yang dulu pernah terlupakan oleh saya : Sekali anda menyadari…bahwa ternyata anda bisa mendapatkan apapun yang anda inginkan dalam kehidupan ini, apapun itu – Maka selanjutnya anda akan berhadapan dengan tekanan jiwa yang lebih berat. Yaitu yang mana yang harus di dahulukan.

Maka dari itu, persiapkan mental anda.

Baiklah, tanpa perlu banyak berbasa basi, mari kita mulai…

Saya akan memberitahukan pada anda tentang tiga Konflik Mental yang terjadi di dalam pikiran setiap wanita. Tiga konflik mental yang menjadi pembentuk kepribadian mereka. Ini adalah hasil dari penelitian yang di lakukan oleh beberapa ilmuwan di salah satu negara termaju di dunia ini. Kami hanya mengumpulkan materinya dan menyusunnya sedemikian rupa, agar anda mudah memahami sekaligus mudah menerapkannya. Dan tentu saja, sebelum saya menulis ebook ini, kami sudah lebih dulu mencoba dan merasakan bukti kedahsyatannya. Tiga konflik mental Yang menjadi bahan metode pemikat wanita yang paling mudah dan paling berhasil di zaman ini.

Sebelumnya saya akan menjelaskan kepada anda dari mana datangnya ketiga Konflik Mental tersebut. Ketiga konflik mental tersebut terbentuk karena adanya beberapa masalah masalah dasar seperti di bawah ini. Hal hal dasar yang menjadi semacam motivasi bagi para ilmuwan  tersebut dalam melakukan penelitian. Hal hal dasar ini sebenarnya memang sudah ada dan sudah menjadi fakta ilmiah semenjak dari zaman dulu, tapi tidak begitu di pahami dan tidak begitu di sadari oleh banyak orang. Hal hal dasar itu adalah:

—>  Wanita Secara Genetik, umumnya telah di program untuk tertarik dengan seorang Pria yang paling menonjol (terdominan) pada setiap kelompok/ lingkungan sosial di mana si wanita tersebut berada.

Begini –  Kita asumsikan si wanita masih sekolah atau kuliah. Berarti lingkungan sosial di mana dia sering berada adalah di lingkungan sekolahnya tersebut. Sudah pasti dia akan menghabiskan waktunya setiap hari di lingkungan sosial tersebut (sekolahnya tadi), dan dia secara alami pasti akan tartarik pada siapapun pria terdominan yang ada di sana.

Pria terdominan bisa saja karena kepintarannya, keaktifannya, jago olah raga, sering tampil di depan (caper atau cari perhatian),  dan lain sebagainya. Wanita akan tertarik dengan pria yang terdominan pada elemen elemen tersebut.

Lalu kemudian misalnya si wanita juga mempunyai kelompok/lingkungan sosial yang lain, seperti ikut pada sebuah les privat musik pada setiap hari minggu misalnya, klub menari, olah raga, atau yang semacamnya. Maka dia juga pasti akan tertarik dengan pria yang paling dominan di lingkungan klub tersebut. Hal ini tentu saja membuat si wanita menjadi otomatis memiliki banyak pilihan harapan.

Ini adalah sebuah hukum alam yang tak bisa di bantah lagi oleh siapapun, peraturannya memang sudah begitu. Seperti itulah yang di kira oleh semua pria selama ini. Padahal kita para pria sebenarnya belum sadar betul, bahwa ternyata TIDAK SEMUA WANITA SEPERTI  ITU. Tapi bagi kebanyakan pria pada umumnya – Hal tersebut masih menjadi ide bagi mereka, kenapa mereka mau bersusah payah berusaha menjadi seorang ‘PRIA TERDOMINAN’. Dan Itulah sebabnya ketika mungkin anda sering melihat pria pria di luar sana – yang tidak punya pengetahuan – Berusaha menjadi pria terdominan menyebalkan, yang berkelakuan seperti menyepelekan teman temannya yang lain, atau tidak mau kalah dalam segala hal dari pria yang lain, dan sebagainya.

Yang mana para pria tersebut tidak menyadari, kalau dia sebenarnya berada pada level di mana banyak wanita yang ingin muntah melihat tingkahnya tersebut. Dan memang ternyata hanya sedikit wanita yang bisa terespon oleh usaha kedominanan seorang pria sekarang ini. Kebanyakan wanita yang lain tidak.

–>       Kebanyakan wanita sangat takut bila di anggap atau di cap gampangan, jablai, pelacur atau yang semacamnya. Membuahkan kekhawatiran yang amat besar pada seorang wanita, bila di anggap seperti itu. Walaupun tuduhan itu datangnya hanya dari seorang yang bukan siapa siapa atau dari orang yang sama sekali tidak di kenalnya. Tapi tetap saja…ia tak mau di cap seperti itu oleh orang orang tersebut.

Memang pada umumya hampir semua pria telah mengetahui hal ini, tapi pada level pemahaman yang sangat rendah. Para pria sudah tahu bahwa wanita tidak suka di tuduh atau di cap sebagai wanita yang tidak baik atau wanita murahan, tapi para pria tersebut tidak sepenuhnya menyadari, seberapa besar sebenarnya tingkat kekhawatiran seorang wanita terhadap pandangan negatif tersebut. Dan sebetapa sensitifnya prasangka seorang wanita, bahkan dari hal hal kecil yang mungkin tidak sengaja anda lakukan, yang sudah bisa membangkitkan emosi kemarahannya – “emang kamu kira saya wanita apa’an!”

Begitu sensitifnya dan begitu sangat takutnya mereka bila di nilai seperti itu oleh temannya, keluarganya, tetangganya dan yang paling utama oleh anda. Hal ini sering sekali tidak di sadari oleh para pria.

—>  97% dari jumlah wanita yang ada di dunia pasti pernah mengalami pelecehan atau pengalaman sexual yang sampai membuat ia trauma.

Entah itu dari masa lalu yang sudah lama ataupun dari masa yang baru kemarin terjadi. Dan entah itu dari pengalaman pelecehan seksual kecil, seperti tatapan seorang pria iseng pada buah dadanya di dalam sebuah bis yang sampai membuat dia ketakutan, atau sampai pada pemerkosaan yang sangat keji.

Dan pada banyak kejadian hal itu justru malah sering di lakukan oleh seseorang yang mereka kenal, contohnya –

mungkin si wanita pernah di intip ketika sedang mandi oleh sepupunya, temannya, seseorang yang sangat dekat dengannya, ataupun orang asing.

Saya sedikit terkejut ketika mengetahui hal ini (keadaan trauma yang mereka alami tersebut). Karena selama ini saya tidak begitu menyadari bahwa hal itu terjadi hampir pada semua wanita dan sampai membuat mereka trauma. Tapi begitulah kenyataannya, dan bagi para wanita…mereka memiliki hari hari yang sangat berbeda dengan kita, dan kita harus mempertimbangkan dan menyadarinya.

Selalu merasa khawatir, seperti itulah kira kira yang di rasakan oleh para wanita di kebanyakan hari harinya. Dan

mereka sekarang ini, secara naluri telah mempersenjatai diri dan mengembangkan strategi perlindungan mental yang sangat canggih dalam menghadapi trauma dan rasa khawatirnya tersebut.

Bagaimana cara si wanita memperlakukan, menganggap dan berhadapan dengan trauma traumanya tersebut, baik itu trauma ringan ataupun berat, adalah kunci keberhasilan pada Metode pemikat wanita terbaru ini.

—>    Kita semua hidup pada keadaan masyarakat yang di dominasi oleh pria dalam berbagai bidang, yang

mengakibatkan adanya sebuah tekanan berat pada wanita untuk bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan pria.

Kebanyakan orang yang duduk di politik adalah pria, kebanyakan orang yang menjadi Bos di perusahaan adalah

pria. Pria adalah pemimpin dan kepala dalam rumah tangga. Sampai pada akhir tahun 80’an, pun wanita belum bisa bekerja normal di luar rumah seperti sekarang ini. Mereka tetap menjadi ibu rumah tangga dan bekerja hanya di dalam rumah.

Di perlukan pergerakan dan langkah yang cukup kuat bagi wanita, untuk mendapatkan hak dan kewajiban, serta kualitas yang sama seperti pria sekarang ini. Dan di zaman yang telah modern ini, banyak orang terutama

para pria mengira keadaan sudah berubah. Tidak seperti dulu lagi, dimana peran wanita hanya sebagai pelengkap bagi pria. Zaman sudah semakin maju. Tapi tahukah anda, selama puluhan ribu tahun terjadinya evolusi, ketika wanita masih memerankan hanya sebagai peran pelengkap bagi pria.

Apakah selama puluhan ribu tahun tersebut mereka berontak dan berusaha untuk menyamai pria? Sebagian kecil mungkin, tapi kebanyakan tidak. Mereka sebenarnya memang senang seperti itu (menjadi pelengkap pria). Itu adalah sifat alaminya.

Sampai sekarangpun sebenarnya kita semua masih belum berada pada zaman yang telah berubah banyak. Kita semua masih hidup dalam zaman yang hampir sama saja seperti zaman dulu. Di mana para wanita masih menerima tekanan atas perbedaan pendapat masyarakat  tentang bagaimana seharusnya mereka menjalani kehidupannya. Menjadi seorang wanita pengejar karir/pekerja, atau mengikuti naluri alaminya menjadi seorang ibu rumah tangga yang ideal. Dan tekanan tersebut bukan saja datang dari pria, tapi justru lebih

banyak datang dari para wanita.

—>    Wanita menyukai sex, membutuhkan sex, dan mengalami sensasi kenikmatan yang lebih hebat ketika melakukan hubungan sex, dari pada sensasi yang di alami pria.

Sangat banyak studi dan penelitian ilmiah yang bisa membuktikan hal ini. Coba saja perhatikan, seberapa besar

kenikmatan yang di alami dan seberapa lamanya wanita kehilangan kontrol ketika mengalami orgasme. Dan coba bandingkan dengan pria.

Terdapat dua alasan psikologis untuk hal ini :

Yang pertama – Karena untuk berhubungan sex dengan pria dianggap lebih tabu bagi wanita dari pada bagi pria. Pria di anggap boleh dan bebas menceritakan pengalaman sexnya dengan teman temannya sambil tertawa tawa. Tapi bagi wanita hal itu sangat tabu sekali dan harus di tutupi.

Dan karena perbedaan besarnya tabu tersebut, terbentuklah suatu kenikmatan tambahan  bagi wanita dalam berhubungan sex, karena pada hakikatnya manusia memang cenderung merasa lebih terhasrat dan lebih menkmati hal hal yang di tabukan, dari pada hal tersebut di bebaskan untuk di lakukan

(ya…biasa biasa saja, gitu lho).

Kenapa menurut anda, anda  lebih kesetrum melihat paha mulus seorang wanita, ketika roknya tidak sengaja tersibak di hembus angin, dari pada melihat paha mulus wanita yang ada di kolam renang yang memang sengaja tidak memakai rok?

Yang kedua :  Secara biologis yang di pertaruhkan jauh lebih tinggi. Pria dapat melakukan hubungan seks kepada ratusan bahkan ribuan wanita dalam setahun, tanpa mengalami rasa was was. Tapi bagi wanita hal ini mengandung resiko yang sangat besar. Mereka bisa hamil, dan bila mereka hamil, hal itu tentu saja akan membuat perubahan yang cukup besar pada hidupnya. Dan bila mereka belum siap, maka hal itu bisa

menjadi sebuah bencana dalam hidupannya.

Dan karena adanya resiko tekhnis yang lebih besar tadi maka terciptalah nilai yang lebih tinggi (menganggap lebih berharga). Atau dengan kata lain, perbedaannya adalah – wanita di bayar dan pria membayar. Padahal apa yang di berikan adalah sama sama kenikmatan, si pria merasakan kenikmatan dan si wanita juga merasakan kenikmatan dari sex. Cuma karena adanya perbedaan resiko tadi, maka di anggaplah bahwa apa yang ada pada wanita itu lebih berharga dan bernilai tinggi. Seolah olah si wanita telah mengeluarkan sesuatu yang sangat berharga.

Itu makanya si wanita akan lebih menikmatinya dari pada pria.

Jadi sebenarnya wanita sama sama mempunyai keinginan yang besar untuk melakukan hubungan sex dengan pria. Tapi karena ada perbedaan resiko dan nilai, maka harus ada kriteria tertentu yang harus di lihat wanita pada seorang pria bila hendak memberikan sex (karena ia akan memberikan sesuatu yang sangat berharga dan beresiko tinggi), jadi tidak sembarangan.

Dan dalam rangka menentukan kriteria pria yang pantas tersebut, bagi wanita itu sangat berbeda beda penilaiannya, tergantung bagaimana typenya si wanita.

Nah…Hal hal dasar inilah yang membentuk – 3 konflik

mental yang selalu akan mempengaruhi jalannya hasrat

seorang wanita.

Jadi…dunianya wanita memang pada kenyataanya sangat jauh berbeda dengan dunianya pria. Mereka hidup di dalam dunia yang jauh berbeda dari kita para pria. Anda harus mengerti hal ini lebih dulu agar bisa mengerti metode ini, jangan pernah menganggap bahwa mereka sama dengan kita. Itu saja yang terpenting. Anda tidak perlu harus bertitel sarjana psikologi untuk mengerti metode yang ada di sini.

Dan Yang membuat Metode ini unik adalah…Teori yang akan saya kemukakan bukanlah semacam teori akademik yang membosankan, yang kelihatannya bagus di atas kertas tapi tidak bisa di aplikasikan (di terapkan) ke dunia nyata. Semua orang yang ada dalam tim saya adalah orang orang yang sangat berpengalaman dalam melakukan penyelidikan dan percobaan terhadap metode ini. Masing masing mereka

mempunyai titel akademis yang berbeda menurut keahliannya. Dan dalam beberapa waktu belakangan ini kami telah melakukan uji coba rahasia untuk menguji serta menyempurnakan penemuan para ilmuwan tersebut, dengan mempergunakan ratusan wanita sungguhan (bukan wanita bayaran).

Riset ini begitu intens, saya sendiri hampir gila karena begitu banyak memaksakan diri untuk melakukan percobaan dan berhubungan dengan banyak wanita yang notabane bukan wanita yang saya sukai. Tapi saya terpaksa agar segera bisa mendapatkan kesempurnaan dari metode ini.

Melalui ebook ini anda akan memiliki pengertian yang bulat dan jelas akan jalan pikirannya wanita, yang sebenarnya sangat sederhana sekali. Dan akan mengubah seluruh persepsi anda yang dulu tentang wanita. Bila anda selesai mempelajari metode ini. maka Secara intuitif wanita yang anda hadapi akan merasakan perbedaan yang sangat mencolok pada anda dibandingkan dengan pria lain.

Biasanya akan Terpancar dari expresi wajah anda, kontak mata, dan bahasa tubuh anda. Para wanita akan merasa bahwa ada sesuatu yang lain, yang sangat spesial pada diri anda, walaupun anda belum melakukan apa apa. Perilaku anda akan menjadi sangat berbeda pada wanita, karena anda akan mengerti jiwanya, jauh melebihi dia mengerti jiwanya sendiri. Anda akan bisa menjadi penuntun pada jiwanya yang bimbang, yang mana hal itu akan memberikan anda kekuatan persuasif yang maha besar. Kehidupannya bagaikan di genggaman anda, dan dia akan mematuhi anda dengan senang hati. Disinilah nanti anda akan

menjadi lebih menghargai dan menyayangi wanita dari pada sebelumnya.

Kita lanjutkan…

Tiga Konflik Mental yang menjadi faktor utama, yang membentuk pola pikir seorang wanita.

Seperti yang kita ketahui, wanita selalu berbicara dengan kode bahasa yang tak dapat di mengerti oleh pria, yang membuat pria terkadang mustahil bisa menterjemahkannya. Seperti hal hal tentang bagaimana mengetahui bahwa si wanita telah memberikan signal pada pria bahwa ia tertarik, bagaimana caranya mengetahui bahwa si wanita terespon dan terpesona, kenapa ia menyukai beberapa pria hanya untuk di jadikan

teman biasa, rahasia apa sesungguhnya yang bisa membuat ia bernafsu, kapan tepatnya waktunya dia bersedia untuk di cium, apakah dia mau menjalin hubungan atau tidak, kenapa dia bisa begitu hangat sesaat tapi bisa dingin semenit kemudian, dan seterusnya dan seterusnya.

Semua itu bisa di ketahui dengan melihat TIGA KONFLIK MENTAL yang selalu aktif di dalam pikirannya. Tiga

konflik mental inilah yang menjadi faktor utama, pengontrol pola pikirnya. Jadi perhatikan baik baik, apa yang

akan anda ketahui berikut ini, belum pernah dan tidak akan pernah anda dapatkan dari pengajar pengajar tentang masalah cara memikat wanita dari manapun.

Anda akan saya ajarkan, bagaimana mengetahui apa sajakah ketiga konflik mental tersebut, dan bagaimana para wanita mengatasinya, serta bagaimana anda bisa memperalat hal tersebut hingga bisa membuat anda menjadi satu satunya sumber terhadap kenyamanan emosi mereka. Perasaannya akan menjadi tidak tenang bila anda tidak berada di sisinya setiap saat.

Ketiga Konflik Mental Tersebut adalah :

– KONFLIK MASALAH WAKTU.

– KONFLIK MASALAH SEX.

– DAN KONFLIK MASALAH HUBUNGAN.

Kedengarannya memang sederhana dan biasa. Tapi tahukah anda bahwa informasi ini begitu sangat Vital, di mana si wanita itu sendiri tidak menyadari bahwa sebenarnya telah terjadi Konflik pada jiwanya.

Mari kita bahas…

1. KONFLIK DENGAN WAKTU.

Wanita secara biologis telah di program memiliki harapan untuk bertemu dan berjodoh dengan seorang pria yang menjadi idamannya selama ini. Dari sekian banyak pilihan yang ada, mereka memerlukan WAKTU untuk menyaring pria pria tersebut agar bisa menemukan yang terbaik, atau paling tidak yang mendekati kriteria idamannya. Seiring dengan itu, wanita akan merasa di kira tidak laku, bila masih singel pada waktu umur yang sudah lanjut, atau belum menemukan pasangannya dalam waktu yang cukup lama.

Inilah sebabnya bila anda mungkin pernah melihat wanita yang sudah berumur, akan menjadi lebih agresif dalam mencari dan berpacaran dengan pria. Pada gadis belia yang masih belasan tahun sekalipun, mereka juga akan merasakan bahwa waktunya terus berjalan dan umurnya semakin bertambah.

Pada pria…ketakutannya akan waktu yang seperti itu tidak begitu besar. Bahkan pada kebanyakan pria, mereka justru akan merasa semakin membaik pada umur yang lebih lanjut, semakin sukses, semakin berpengalaman, semakin lebih percaya diri dan kita bahkan masih bisa membuat anak walaupun pada umur 70 tahun, apalagi jaman sekarang banyak produk produk herbal yang bagus bagus. Tapi pada wanita masa produktifnya terbatas.

2. KONFLIK DENGAN SEX.

Satu hal yang mungkin akan sangat sulit sekali di percayai oleh kaum Adam, yaitu kenyataan bahwa – Wanita

sebenarnya ingin sekali merasakan kenikmatan fisik dan keintiman emosi yang di hasilkan oleh sex, sama dan

bahkan lebih besar dari pada pria. Tapi : – trauma masa lalu, baik itu ringan ataupun berat, – tanggapan tidak bagus dari masyarakat termasuk tanggapan dari teman teman dan keluarganya, – serta resiko perubahan fisik yang mungkin akan terjadi, menghasilkan sebuah konflik besar pada mentalnya.

Dan Hal ini menjelaskan kenapa – bila anda pernah mengalami suatu ketika seorang wanita itu mau di ajak berpacaran dengan anda, mau di ajak kencan ke luar dengan anda, membiarkan anda memegang tangannya, membiarkan anda menciumnya,  tapi selalu masih ada sedikit perlawanan yang anda terima bila

berlanjut ke masalah sex.

Padahal kita tahu dia akan merasakan kenikmatan juga dari sex itu.

Tapi kenapa kebanyakan wanita akan selalu bersikap menolak seperti itu? Sebenarnya itu karena ada konflik internal pada mentalnya yang mencegah dia melakukan hal itu dengan anda.

Bukan karena dia lebih berat memikirkan azab di neraka…tidak.

Dan pada pria…Kita tidak akan pernah menolak untuk berhubungan sex dengan wanita karena takut akan di kritik orang lain, atau takut menjadi tidak perjaka lagi. Tidak!

Bahkan bila ada teman teman kita yang tahu kalau kita sering dan banyak melakukan hubungan sex, kita justru bisa di katakan Hebat.

3. KONFLIK DENGAN MASALAH HUBUNGAN.

Naluri alami seorang wanita sangat menginginkan mereka untuk bisa mendampingi, mensuport, dan mengurusi anak  anak serta rumah tangganya kelak, dan memang seperti itulah feminimitasnya (alaminya). Tapi masyarakat sosial malah menuntut pencapaian, peningkatan status, dan pengembangan karirnya. Seperti tuntutan orang tua serta pendidikan yang selama ini ia terima.

Hal ini sudah mendarah daging di dalam kehidupan seorang  wanita pada saat ini. Padahal naluri alaminya sebenarnya tidak seperti itu. Itulah sebabnya ketika mungkin anda pernah mendengar atau melihat seorang wanita yang sangat sukses sekalipun, tapi masih mau mengundurkan diri dari pekerjaannya untuk fokus sementara mendampingi dan memelihara anak anaknya, padahal dia sanggup menyewa dan

menggaji pembantu atau babysitter. Seperti contoh, banyak artis artis kita yang di kabarkan mengundurkan diri sesaat atau bahkan selamanya dari dunia keartisannya, untuk fokus dalam membesarkan anaknya. Anda tidak akan pernah menjumpai pria yang mau memikirkan untuk berhenti sejenak dari dunia kerjanya agar bisa fokus membesarkan anaknya.

Nah…karena intensitas dari ke 3 konflik itu, wanita secara otomatis terpaksa menerapkan beberapa STRATEGI,

untuk mengatasi konflik konflik tersebut. Tersedia DUA strategi yang berbeda yang bisa diterapkan untuk setiap konflik. Masing masing konflik memiliki 2 Strategi yang harus di pilih salah satunya. Dan strategi yang di

pilih si wanita tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan bagi si wanita, dan inilah yang menjadi kepribadiannya.

STRATEGI YANG BAGAIMANA YANG DI PILIHNYA untuk mengatasi konflik konflik tersebut? Untuk setiap

konflik tersedia dua strategi yang bisa ia pilih, dan masing masing sangat bertolak belakang. Strategi inilah yang menjadi pembentuk sifatnya.

Ibarat seperti dua buah negara yang sedang di landa konflik, juga hanya tersedia dua pilihan untuk di lakukan, yaitu – kompromi melakukan damai, atau perang. Begitu juga pada wanita untuk menghadapi konflik konfliknya, hanya ada dua strategi yang tersedia yang bisa di pilih.

Nah…Seperti apakah bentuk dari strategi yang ia gunakan untuk menghadapi ke tiga konflik mentalnya tersebut ? Mari kita bahas kelanjutannya.

1. Wanita memiliki Konflik dengan waktu. 


Wanita membutuhkan waktu untuk menyeleksi setiap pria yang datang padanya agar mendapatkan pasangan yang ideal, but the clock is ticking (waktu terus berjalan) dan tidak bersahabat. Produk krim peremajaan kulitpun menjadi semakin tidak ada yang bagus.

wanita akan menghadapi konfliknya terhadap waktu ini, dengan menggunakan salah satu dari dua strategi seperti berikut ini – Hal ini bisa di lihat dari seberapa banyak pria yang di terima si wanita dalam satu waktu.

Analoginya seperti ini, contoh – Katakanlah sebuah perusahaan swasta memerlukan seorang kepala divisi

personalia yang baru. Dan waktu mereka hanya tiga bulan untuk mencari seseorang tersebut. Mereka hanya mempunyai 2 pilihan untuk merealisasikannya. Pertama – mereka dapat membuat iklan di berbagai media seperti koran, majalah, radio, atau mungkin di internet. Lalu mereka akan menerima beberapa orang pelamar sekaligus untuk di pekerjakan pada basis percobaan (di TEST). Dan setelah sampai pada batas waktunya yaitu selama tiga bulan, mereka akan memilih dan mengambil satu orang yang terbaik.

Atau…mereka langsung saja mengambil orang pertama yang memberikan lamarannya, yang di lihat memiliki potensi. Lalu mereka melatih orang tersebut selama tiga bulan untuk di rubah menjadi kepala divisi yang handal.

Kedua strategi tersebut sama sama sempurna, dan mengingat pada kendala waktu yang ada, kedua strategi tersebut juga sama sama layak untuk di terapkan, dengan menerima segala kekurangan dan

kelebihannya.

Nah, pada wanita – Dia juga akan menerima beberapa pria sekaligus untuk di TEST dan membiarkan para pria tersebut masing masing mengeluarkan usaha terhebatnya, dan saling berkompetisi untuk akhirnya yang terbaiklah yang di pilih sebagai pacar idola. Atau si wanita akan langsung menerima pria pertama

yang datang padanya yang dilihatnya memiliki sedikit potensi untuk menjadi pacar idola, lalu  MENGINVESTASIKAN waktu dan energinya untuk berusaha melatih dan merubah si pria tersebut

menjadi pacar idola yang bagus.

Jadi dia akan men – TEST beberapa pria sekaligus, lalu memilih yang terbaik. Atau meng – INVEST kan energi dan waktunya pada seorang pria saja, yang  dirasa memiliki potensi untuk bisa di “didik” menjadi pacar yang baik.

Yang untuk selanjutnya akan kita pakai – TEST  dan INVEST, atau lebih singkatnya lagi – T dan N.


2. Wanita memiliki  Konflik masalah sex 

Dia ingin sekali sebenarnya merasakan emosi keintiman dan

kenikmatan fisik yang di hasilkan oleh sex, sama seperti pria.

Tapi bagi wanita sex datang seiring dengan resiko. Seorang wanita juga akan memilih satu dari dua strategi yang ada, dalam menghadapi konflik sexual ini. Dan tentu bisa di lihat dengan seberapa besar persetujuan sex yang ada dalam kepalanya.

Analoginya seperti ini…

Katakanlah anda tinggal di sebuah rumah dengan tiga orang teman anda yang lain. Dan pada sebuah kulkas yang ada di rumah tempat anda dan ketiga teman anda tinggal tersebut, ada sepotong kue milik salah seorang teman anda tadi. Anda bernafsu sekali ingin memakan sepotong kue tersebut, tapi anda merasa tidak enak hati

dan tidak ingin di cap oleh teman anda seperti seorang pria yang rakus akan makanan. Tapi nafsu anda telah mengalahkan rasa kekhawatiran anda tadi. Dan akhirnya anda mengambil juga, dan memakan kue tersebut.

Lalu kemudian datanglah teman anda si pemilik kue tadi dan langsung menuju kulkas dengan maksud untuk mengambil dan memakan kuenya, tapi ternyata sudah tidak ada karena sudah habis di makan oleh anda. Dan kelihatannya si teman yang bermaksud hendak memakan kue tersebut agak sedikit kesal karena kuenya

sudah tidak ada. Lalu kemudian ia menanyakannya ke anda.

Anda mempunyai dua pilihan strategi. Pertama – Anda dapat Menyangkal dan berpura pura seolah olah tidak tahu ke mana perginya kue tersebut dan mengatakan “nggak tahu ya…

aku nggak ada ambil kok”, atau kedua – Anda dapat mengakuinya dan Membenarkan perbuatan anda serta memberikan alasan kewajaran pada apa yang telah anda lakukan, seperti contoh dengan mengatakan “tadi aku yang makan, emang kenapa sih..apalah artinya sepotong kue”.

Strategi yang di gunakan wanita juga seperti itu untuk menghadapi konflik sexnya. Bila wanita pergi kencan dengan seorang pria dan telah melakukan hubungan sex dengan pria tersebut, maka ketika di tanya oleh teman temannya tentang momen tersebut, dia akan menyangkalnya dengan contoh kata kata yang mungkin akan

seperti ini – “nggak ah..nggak terjadi apa apa kok, kita cuma pergi nonton bareng…lalu pulang ke rumah masing masing..cuma itu…”, Atau strategi kedua pada wanita itu, dia dapat membenarkan kejadian tersebut dan memberikan alasan untuk mewajarkan kelakuannya tersebut, dengan mengatakan seperti contohnya

– “ya memang benar kami telah melakukannya waktu itu…tapi waktu itu aku agak sedikit mabuk karena di bawah pengaruh alkohol. lagi pula emang kenapa sih..toh semua orang jaman sekarang ini pasti

sudah pernah melakukannya ketika dalam berpacaran…”.

Jadi pilihannya…Si wanita akan men-Sangkal dan memblokir kejadian sex tersebut atau mem-Benarkan alasannya kenapa kejadian sex itu bisa sampai terjadi dan wajar saja.

SANGKAL dan mem- BENAR kan, untuk selanjutnya S dan B.

3. wanita memiliki Konflik Tentang Hubungan

Wanita memiliki naluri keibuan/kewanitaan untuk fokus mendampingi dan memelihara anak anak dan keluarganya, tapi masyarakat modern dan pendidikan yang ia terima selama ini selalu mendesak agar ia bisa mandiri dan bisa menyamai pria dalam banyak hal.

Setiap Wanita akan mengatasi konflik ini dengan menggunakan salah satu dari dua strategi yang ada seperti berikut ini. Yaitu bisa di lihat dengan seberapa besar ia memprioritaskan gol nya, pelajarannya, dan ekerjaannya.

Di sini anda harus bisa melihat perbedaan antara pria dan wanita, bahwa pada wanita, tidak sama dengan pria ketika dalam melakukan hal – berpacaran sambil belajar. Kebanyakan pria yang saya tahu, bisa pergi berkencan dengan perasaan yang senang luar biasa dahsyat, walaupun PR nya belum selasai di kerjakan.

Tapi bagi wanita – anda akan menyadari bahwa banyak wanita yang tidak keberatan untuk menyelesaikan pelajarannya lebih dulu baru pergi berkencan. Atau bahkan tidak mau pergi sama sekali, karena dia sedang mengerjakan tugasnya.

Alasannya karena bagi wanita untuk fokus berpacaran dan fokus belajar, adalah sebuah kegiatan yang sulit untuk di lakukan secara bersamaan. Dua buah pilihan yang sama sama harus mempunyai komitmen. Misalnya, apabila seorang wanita ingin menjadi seorang pengacara, maka ia harus memiliki 5 sampai 7 tahun komitmen yang ketat. Hal ini membuat wanita sangat sulit menerima resiko untuk hamil misalnya. Yang pada tekhnisnya akan memakan waktu 8-9 bulan. Belum lagi bila setelah melahirkan tidak bisa langsung pergi belajar atau bekerja, karena bayinya pasti akan sangat membutuhkannya. Jadi sangat

menghalangi.

Tapi pada pria tidak seperti itu keadaannya. Para pria bisa saja membuat seorang wanita hamil lalu kemudian dengan mudah bisa pergi bekerja atau belajar lagi. Para pria bisa melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan. Parahnya dalam hal ini banyak pria yang beranggapan bahwa wanita juga bisa seperti itu, padahal tidak. Wanita harus mendahulukan salah satu di antaranya. Hal ini menjelaskan kenapa para wanita begitu sangat berbeda dalam prosesnya terhadap karir  yang sedang mereka kejar. Jika mereka Realistis menanggapi anjuran masyarakat modern dan didikan yang ia terima selama ini, maka mereka akan sangat fokus dengan pendidikan atau pekerjaannya, dan hampir tanpa pernah memikirkan untuk  berkencan atau berpacaran. Tapi jika pikirannya idealis, maka naluri feminimnya akan mengalahkan pikiran realistisnya. Dan gambaran masa depannya tentang suami

yang ideal yang harus di urusnya, anak anak yang comel comel yang harus di beri perhatian dan di dampinginya dalam masa pertumbuhan, istana mungil sederhana nan indah yang harus di beresinya sambil menunggu suami pulang dari kantor, akan tetap di pertahankan dalam pikiran khayal nya. Dan dalam proses mengejar karirnya wanita seperti ini terlihat seperti biasa biasa saja, dan tetap terbuka kepada pria yang menginginkan untuk dijadikan pacarnya.

Hal ini adalah salah satu ke unikan dari problema feminimitas.

Tidak terjadi pada pria. Itulah makanya, mengetahui hal ini adalah sebuah keuntungan karena banyak pria yang bahkan tidak menyadari bahwa hal tersebut exist.

Pada pria – sebesar apapun keinginannya untuk meraih cita cita dan karirnya, tetap masih bisa fokus untuk berkencan dan berpacaran. Tapi pada wanita – apabila dia fokus dengan masa depannya dan pendidikannya, maka untuk kencan ‘nanti dulu’. Jadi wanita akan lebih REALIStis menghadapi ketakutan akan masa depannya. Ia harus bisa menjadi pribadi yang bisa mencukupi diri (mandiri), sehingga membuatnya menjadi lebih fokus dalam mengejar karirnya (yang biasanya hampir tanpa pernah menghayalkan tentang berpacaran atau keluarga yang ideal di masa depan). Atau ia akan menjadi IDEALIS dalam mempertahankan imajinasi alaminya, tentang rumah sederhana nan indah,suami yang ideal dan anak anak yang lucu dan comel.

Dimana si wanita idealis ini tidak begitu merasa khawatir akan kehidupan masa depannya di bidang materi, dia beranggapan bahwa itu adalah tugas pria, dan dia yakin bahwa pria akan selalu bertanggung jawab pada wanita yang di cintainya, sehingga membuat dia tidak begitu berambisi dalam mengejar karir.

Realis atau Idealis, untuk selanjutnya R dan I.

Jadi untuk ketiga konflik tersebut, wanita harus memilih 3 strategi dari 6 PILIHAN STRATEGI yang ada, untuk menghadapinya. Dan ketiga pilihan strategi tersebutlah yang akan menjadi kepribadiannya. Yang membentuk karakteristik dari tipenya. Dan inilah yang membentuk Metode 3

Pertanyaan Sederhana yang diciptakan oleh para ilmuwan. Nah…Bagaimana bila saya katakan kalau anda, setelah anda mengetahui cara memperalat ke tiga strategi yang di pergunakan si wanita tersebut untuk menghadapi konflik konfliknya. Menjadi sangat mudah bagi anda membuat setiap wanita yang ada di sekitar anda menjadi sangat tertarik pada anda, tanpa terkecuali…sekali lagi…tanpa terkecuali. Bagaimana bila saya katakan, setelah anda mengetahui cara memperalat ketiga pilihan strategi yang di pilih si wanita tersebut, maka andapun akan menjadi seorang pria yang belum pernah ia temukan di mana pun sebelumnya, bahkan ia tidak akan menyangka kalau pria seperti anda ternyata exis di dunia ini.

Dan bagaimana Bila saya katakan lagi, bila anda sudah mengetahui karakter dari tipenya, maka otomatis anda akan mengetahui kata kata yang dapat membuat si wanita tergila gila pada anda, anda akan mengetahui tindakan tindakan apa saja yang dapat membuat si wanita tidak bisa tidur karena selalu membayangkan anda, tanpa anda perlu merubah diri anda menjadi cowok macho, cowok nomor satu atau lain sebagainya. Karena anda bisa menyentuh bagian terdalam dari jiwanya, yang belum pernah di lakukan oleh pria manapun di dunia ini yang pernah ia jumpai.

Jadi yang perlu anda lakukan hanyalah, mencari tahu ketiga strategi yang ia pilih untuk menghadapi ketiga konflik mentalnya tersebut, dan secara otomatis andapun akan mengetahui karakteristik dari tipenya. Maka siapapun dia, dia tidak akan dapat memblokade pikatan anda. Dan itu sangat mudah untuk di lakukan.

Karena hal inilah yang menjadi pembentuk dari terciptanya metode yang kami temukan ini. Yang secara ajaib dapat

membuat setiap wanita menjadi tergila gila pada anda.

Dan Benar Benar – dalam 20 menit ke depan, setelah anda selesai membaca seluruh ebook saya, anda akan menerima ilmu yang jauh lebih besar, dari apa yang pernah di pelajari oleh sarjana psikologi S.Psi sekalipun.

Leave a Comment